• Anda Pengunjung ke:
    Website Hit Counter

 



Entries Tagged as 'Jus'

Resep Minuman Sehat: Jus Asparagus Nanas

Manfaat:

Mencegah hipertensi (darah tinggi)

Jus Asparagus Nanas

Jus Asparagus Nanas

Tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan pada saat seseorang tekanan darahnya di atas tekanan darah normal.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari pola hidup yang kurang sehat, misalnya makan tanpa aturan, bisa dari stress, kurang tidur, terlalu banyak merokok, dan kurang olah raga.

Salah satu tindakan pencegahan tekanan darah tinggi yang mudah dilakukan diantaranya dengan mengatur pola makan yang sehat, antara lain memperbanyak makan buah dan sayuran, mengurangi makan garam dan berolahraga secara teratur.

Salah satu manfaat buah nanas (Ananas comosus Merr.) adalah mencegah stroke. Dikombinasi dengan asparagus (Asparagus officinalis) yang salah satu manfaatnya adalah mencegah hipertensi dan melancarkan sirkulasi darah, maka jadilah resep minuman jus anti darah tinggi yang nikmat dan sehat ini.

Bahan:

  • Asparagus segar dan muda 50 g
  • Nanas 100 g
  • Gula merah 1 sdm
  • Air jeruh nipis 3 sdm
  • Garam 1/2 sdt
  • Es batu 1 gelas

Sumber:
PT. Shano Pelita, 75 Resep Jus Buah dan Sayur, 2008

Brokoli Tangkal Kanker Lambung

Sumber: Republika On Line Rabu, 08 April 2009

JAKARTA– Konsumsi 2,5 ons brokoli dapat mengurangi risiko dari gangguan dalam perut dan kemungkinan kanker dalam perut, berdasarkan uji coba di Jepang.
brokoli
Pada penelitian, risiko kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker ganas berhasil ditekan dengan pola makan yang mengandung brokoli. Termasuk juga kanker pada kerongkongan, saluran kemih, kulit dan paru-paru.

“Kami harus hati-hati mengenai antusiasme dari pernyataan dari pene-litian yang kami lakukan,” ujar peneliti dari John Hopkins School of Medicine, Jed W. Fahey yang memimpin studi awal yang kemudian dilanjutkan di Jepang.

“Studi ini merupakan ujicoba yang kecil. Namun semua bukti me-nunjukkan brokoli atau tunas brokoli dapat mencegah kanker pada manusia,” terangnya.

Fahey mengatakan, kandungan zat kimia dalam brokoli yang men-dukung perlindungan tubuh terutama terhadap bagian perut yaitu sulforaphone.

Kelompok peneliti yang dipimpinnya pertama kali menggambarkan hal tersebut sebagai antibiotik yang kuat melawan helicobacter pylori pada tahun 2002.

Penelitian di Jepang dalam Cancer Prevention Research melaporkan studi tersebut didesain untuk membuktikan apakah mengonsumsi brokoli yang kaya akan kandungan sulforaphane dalam menurunkkan kadar bakteri H.pylori sebagai bakteri yang sering dihubungkan dengan risiko dari gangguan perut dan kanker lambung.

Peneltiian yang dilakukan di Jepang karena infeksi dari H.pylori ter-golong tinggi. Sekitar 25-30 persen dari warga Amerika Serikat terinfeksi.

“Di Jepang, infeksi mencapai tingkat 90% karena kepadatan penduduk dan kondisi ekonomi yang rendah,” ujar Fahey sambil menambahkan, bakteri tersebut dapat ditularkan melalui kontak tubuh.

Studi tersebut dilakukan terhadap 48 orang yang terinfeksi. Setengah dari mereka mengonsumsi tunas alfalfa, yang tidak mengandung sulforaphane.

Setelah delapan minggu, tes menunjukkan tingkat yang lebih rendah infeksi h.pylori dari yang mengonsumsi tunas brokoli, sementara yang mengonsumsi tunas alfalfa tidak mengalami perubahan sama sekali.

“H.pylori dikenal sebagai karsinogen. Fakta yang menunjukkan kami dapat mengurangi efek dari infeksi yang juga merupakan karsinogen memberikan harapan jika seseorang memakan tunas brokoli atau brokoli secara teratur dapat mengurangi tingkat H.pylori dan setelah beberapa tahun akan menurunkan risiko untuk mengalami kanker. Hal itu sulit dibuktikan, namun hasilnya sangat disarankan,” tutur Fahey.

Brokoli dan tunasnys sama-sama penting. Demikian dikatakan Dr. Steven H.Zeisel, direktur Nutrition Research Institute di University of North Carolina.

POWER MIX 6 in 1
dapat membuat jus brokoli tanpa membuang ampasnya, nikmat rasanya, tidak terasa ampasnya

“Secara khusus, tunas yang tumbuh sebelum brokoli memiliki kandungan sulforaphane yang sangat tinggi,” terang Zeisel.

Manfaatnya hanya dapat diperoleh ketika brokoli atau tunasnya direndam, kemudian di kunyah. Hanya dengan memisahkan bagian-bagiannya, maka kandungan kimianya akan terbentuk.

Sulforephane kemudian dapat mendukung hati untuk memproduksi enzim yang penting untuk mencegah kanker,tegas Zeisel.

“Orang yang mengonsumsi brokoli lebih banyak, mampu memaksimalisasi fungsi hati dan bagian sel lain untuk menghancurkan sel kanker,” ujarnya. Bawang putih memiliki efek yang hampir sama.

Dengan meningkatkan kedua jenis makanan tersebut dalam makanan sehari-hari, yaitu brokoli dan tunasnya, dapat memproduksi kandungan kimia bioaktif yang bermanfaat.

Hal itu merupakan saran yang baik, namun Fahey menuturkan, sebagian orang akan mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi pil sulforaphane dibandingkan memakan produk yang baik untuk mereka.

“Saya menyimpulkan, kita tidak dapat meminta seseorang untuk mengganti pola makannya secara drastis. Sebuah pil lebih baik dibandingkan tidak sala sekali. Namun bukan berarti saya menyanrankan atau memprosmosikan konsumsi pil dengan kandungan sulforaphane, ” tegasnya.

Hanya dua hingga tinga ons per hari, brokoli yang sudah dimasak mampu melindungi tubuh. (healthday/rin)

Catatan:
Untuk mengkonsumsi brokoli dalam bentuk jus, lihat resep Jus Anti Kanker Payudara